SURABAYA | duta.co – Ruas tol Mojokerto – Jombang juga akan menyukseskan program pemerintah gerakan nasional non tunai (GNNT). Jika di tol-tol di pusat kota akan mulai menerapkan pada awal Oktober 2017 ini, maka untuk tol yang dikelola PT PT Marga Harjaya Infrastruktur (ASTRA Infra Toll Road Jombang-Mojokerto) ini akan menerapkannya pad 31 Oktober 2017.
Direktur Teknik dan Operasional ASTRA Infra Toll Road Jombang-Mojokerto, Anggoro Legowo mengungkapkan, tidak mungkin pihaknya menerapkan GNNT ini di awal Oktober. Mengingat tol ini baru selesai seluruhnya dan saat ini masih dalam tahap uji coba khususnya di seksi dua sepanjang 19,9 kilometer yang diresmikan Presiden Jokowi, Minggu (10/9) lalu.
“Insha Alloh akhir Oktober kita sudah siap. Saat ini kita sedang mempersiapkan segala hal untuk mendukung program pemerintah itu,” ujarnya ketika ditemui di Surabaya, Jumat (15/9).
Karena dikatakan Legowo, untuk program GNNT ini, pihaknya memang perlu melakukan koordinasi dengan beberapa pihak terkait. Selain dengan bank-bank yang mengeluarkan kartu e-toll, dia mengakui juga harus berkoordinasi dengan pihak pengelola tol Surabaya- Mojokerto (Sumo). “Karena nanti kita akan saling terhubung. Konektivitas. Masuk dari Jombang ke luar ke Mojokerto, akan melibatkan pengelola tol Sumo. Kita masih mempersiapkan,” tambahnya.
Diakui Legowo, semua pintu tol Jombang – Mojokerto sudah dilengkapi dengan mesin non tunai. Namun, yang beroperasi baru dua itu pun tidak semua bank yang ditunjuk bisa digunakan di tol ini. “Di enter Mojokerto bisa namun di exit-nya masih belum bisa karena terintegrasi dengan tol Sumo. Itulah kenapa kami harus berkoordinasi dulu karena ini konektivitas,” jelasnya.
Saat ini, seksi dua yang baru diresmikan masih dalam tahap ujicoba hingga Senin (25/9) mendatang. Selama masa uji coba ini, kendaraan boleh melintas tanpa dipungut biaya alias gratis. Selanjutnya mulai Selasa (26/9) pukul 00.00 WIB, tariff tol mulai diberlakukan.
Namun, hingga kini, Legowo masih belum bisa memastikan berapa besaran tariff yang nanti akan ditetapkan. Karena semua itu kewenangan dari pemerintah. “Suratnya belum turun. Kita belum bisa menentukan besarannya. Namun yang pasti ada banyak hal yang menjadi penentu besaran tariff ini salah satunya kemampuan membayar masyarakat,” jelasnya.
Seperti diketahui, ruas tol Jombang – Mojokerto terdiri dari tiga seksi pembangunan. Seksi satu sudah beroperasi sepanjang 14,7 kilometer, seksi tiga sepanjang lima kilometer dan seksi dua yang baru diresmikan sepanjang 19,9 kilometer. Untuk seksi satu tariff tol sebesar Rp 11 ribu dan seksi tiga sebesar Rp 4 ribu.
“Kita belum bisa mengatakannya sekarang sebelum surat itu benar-benar turun. Senin (18/9) saya akan akan menanyakan surat itu,” tukas Legowo. end

 

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan