Dua masalah ini emmang banyak ditunggu umat. Diharapkan dengan bahtsul masail tersebut, hukum agama terkait Paytren dan ISIS menjadi terang. (FT/IST/tribunjogja)

SURABAYA | duta.co – Ada tiga masalah penting yang bakal dibahas atau  dibahtsulmasailkan dalam acara Musykerwil PWNU Jawa Timur yang akan berlangsung Di Graha Residen Jl Darmo Harapan 1 Surabaya, 24-25 September 2017.

Tiga masalah itu pertama, bagaimana status kewarganegaraan orang Indonesia yang telah ‘melepas’  WNI dan menjadi warga ISIS? Kedua, bisnis Paytren. Benarkah bisnis ini berbasis syariah? Ketiga, wasiat shalat jenazah satu gelombang.

“Betul, selain status WNI mantan anggota ISIS, ada sekian usulan yang masuk, dan telah dipilih dua soal lainnya. Satu tentang hukum Paytren yang sedang marak, namun masih mengundang tanya halal haramnya, dan satunya lagi tentang wasiat tidak meyolati jenazah secara bergelombang,” papar Ahmad Muntaha AM, Wakil Sekretaris PW LBM NU Jawa Timur.

Belakangan, banyak orang yang telah berbaiat menjadi bagian teroris ISIS, bertahun-tahun gabung di Suriah-Irak sana, merasa menyesal dan tertipu, hingga ingin pulang ke Indonesia.

Pemerintah pun menghadapi dilema, antara menerima kembali atau justru melepas status kewarganegaraan warganya yang terbukti berbaiat dan mendukung ISIS. Lalu bagaimana hukumnya seandainya pemerintah benar-benar melepas status kewarganegaraan teroris?

“Inilah di antara fokus bahtsul masail Musykerwil PWNU Jawa Timur yang akan diselengarakan 24-25 September 2017 pekan depan, ” tembah KH Ahmad Asyhar Shofwan MPdI Ketua PW LBM NU Jawa Timur.

Menurut informasi panitia, sedikitnya 4 peserta dari masing-masing PCNU se Jawa Timur yang diundang ke Musykerwil. Salah satunya mengikuti komisi bahtsul masail, lebihnya di komisi organisasi, komisi rekomendasi dan selainnya. (sov,farra,aswajamuda).

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan