JUMAT BERSIH : Ketua PCNU, KH. Abu Bakar Abdul Djalil memberikan tausyiah kepada siswa SMPN 1 Kota Kediri dalam acara Jumat Bersih (duta.co/Nanang Priyo)

KEDIRI| duta.co -Menindaklanjuti Progam Pendidikan Penguatan Karakter (PPK), SMP Negeri 1 Kota Kediri menggelar acara Jumat Bersih diikuti semua siswa beragama Islam dilanjutkan Kelas Inspiratif menghadirkan para alumni yang telah meraih prestasi di bidang akademik. Hal ini disampaikan Marsudi Nugroho, kepala sekolah ditemui usai acara, Jumat (15\9).

Bertempat di halaman sekolah dijadikan uji coba program Lima Hari Sekolah, berada di Jl. Diponegoro, terlihat Ketua PCNU Kota Kediri, KH. Abu Bakar Abdul Djalil sedang memberikan siraman rohani, setelah sebelumnya menggelar jamaah Sholat Dhuha. Pengasuh PP. Salafiyyah yang akrab disapa Gus Ab ini menginggatkan kepada para siswa, untuk selalu taat beribadah dan patuh kepada orang tua serta para guru.

Gus Ab pun juga menegaskan agar para siswa ini tidak tergabung dalam kelompok tertentu yang tidak bertujuan positif. “Sekarang ini marak kelompok anak muda yang sering kita jumpai di pinggir jalan. Sebaiknya dihindari bila itu tidak bertujuan positif demi meraih prestasi,” jelas Gus Ab.

Taat berlalu lintas dan selalu menjaga setia kawan juga disampaikan Ketua PCNU kepada para siswa. Usai acara rohani, selanjutnya para siswa diajak ke aula untuk mendengarkan langsung kisah inspiratif diberikan alumni Tahun 2010 yang meraih Juara Olimpiade Matematika Tingkat Nasional.

“Kami hadirkan Muhammad Yazak Bahrul Ulum, merupakan alumni Tahun 2010, kini sedang mencari bea siswa untuk program kuliah S2. Sehari – harinya dia menjadi guru pembimbing bagi siswa yang ingin ikut olimpiade. Harapannya, mampu menarik minat dan bakat merupakan bagian dari program prestasim” jelas Marsudi Nugroho.

Dipilihnya program Jumat Bersih, dijelaskan Kepala SMPN 1 Kota Kediri, untuk membersihkan jiwa dan hati para siswa akan makin terpacu meraih prestasi baik di bidang akademik dan ekstra kurikuler. Menyinggung program Lima Hari Sekolah (LHS), dijelaskan Marsudi Nugroho, bahwa pihaknya telah bekerjasama dengan Ponpes Lirboyo terkait mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.

“Terkait surat dari PBNU, selanjutnya PCNU mengayomi dan menindaklanjuti pelaksanaan kerjasama dengan Pondok Pesantren Lirboyo. Jika sebelumnya kami yang mengatur, sekarang sepenuhnya ditangani PCNU yang memfasilitasi kita dan selanjutnya Pondok Lirboyo yang menyediakan tenaga pengajarnya,” terang Kepala SMPN 1 Kota Kediri. (nng)

 

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan