NON TUNAI-Regional Transaction & Consumer Head Mandiri, Susanto Anto Budiyono (kiri), General Manger PT Jasa Marga (Persero) Tbk Cabang Surabaya, Teddy Rosady (kanan) berbincang usai diskusi "Persiapan, Peran Regulator dan Perbankan Mendukung Transaksi Non Tunai" .  DUTA/Wiwiek Wulandari

SURABAYA | duta.co – Langkah antisipasi dilakukan Bank Mandiri seiring rencana diberlakukannya transaksi non tunai di seluruh jalan tol secara nasional termasuk di Jatim. Untuk itu, Bank Mandiri menyiapkan setidaknya 3 juta kartu untuk nasional antisipasi kebutuhan kartu untuk transaksi di jalan tol. Selain di jalan tol, nantinya kartu tersebut bisa juga digunakan transaksi di sejumlah gerai minimarket dan merchant lain.

Susatyo Anto Budiyono, Senior Vice President, Regional  Transaction & Consumer  Head  Bank  Mandiri mengatakan Gerakan Nasional Non Tunai  (GNNT) yang dicanangkan pemerintah dalam hal ini regulator Bank Indonesi (BI) sudah seharusnya dilaksakan karena lebih efisien dan tidak mudah dikorupsi.

“Bank Mandiri sudah memperkenalkan layanan digital sudah lama. Kalaupun sekarang dipertegas menjadi kewajiban, tinggal  jalan saja. Seperti Laku Pandai  dengan merekrut agen di daerah yang tidak terjangkau bank konvensional. Bank Mandiri menyiapkan 3 juta kartu dan akan ditambah sesuai kebutuhan,” jelasnya.

Susatyo menambahkan Mandiri juga mengenalkan Mandiri e-Cash yang sudah berjalan sejak 2013.

Selain itu Bank Mandiri juga mengenalkan e-Money. Kelebihan Mandiri e-Money bisa untuk bayar iuran pembayaran lingkungan (IPL) alias uang sampah tanpa ribet. Karena kita bisa meminta tolong asisten rumah tangga (ART) tanpa takut uang kita hilang seperti jika pakai kartu kredit. Selain IPL juga bisa digunakan membayar banyak hal dengan mudah.

“Bahkan saat ini sejumlah sekolah dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi sudah memanfaatkan e-Cash Bank Mandiri. Jadi mulai makan di kantin sudah bisa memanfaatkan e-Cash. Bahkan sekarang infaq di masjid pun sebagain sudah tak menggunakan tunai,” jelasnya.

Susatyo dengan tegas mengatakan transaksi tunai keamanannya sangat tidak terjamin, dan risikonya sangat tinggi. Berbeda jika memanfaatkan e-Cash dan e-Money dari Bank Mandiri lebih aman dan transparan.  Bahkan dibeberapa mall di Surabaya, parkirpun sudah memanfaarkan e-Parking mengunakan e-Money.

“Di e-Samsat, Bank Mandiri juga menjadi salah satu bank yang bergabung memberikan pelayanan. Alhamdulillah Bank Mandiri masih dilibatkan dan diberi kepercayaan untuk bekerjasama.

Saat ini jelas Susatyo jumlah kartu yang beredar 2017 sampai Agustus ada 10 juta e-Money secara nasional dan di Jatim Regional jawa III beredar 55 ribu kartu. Dari jumlah kartu yang beredar transaksi mencapai 300 juta transaksi. Di Jatim jatim 55 ribu kartu mencatat transaksi 10 juta kali dengan nilai transaksi  Rp 709 miliar.

Pemilik kendaraan harus memiliki kartu non tunai bila ingin melewati jalan  tol. Pasalnya mulai  akhir Oktober mendatang, seluruh jalan tol menerapkan transaksi non tunai  dengan menggunakan kartu. Sesuai keputusan Kementerian Perhubungan dan Bank Indonesia (BI), dimana seluruh jalan tol untuk mengimplementasikan pembayaran non tunai ini paling lambat 31 Oktober 2017.

Sementara itu, Titien Sumartini Kepala divisi sistem pembayaran dan pengelolaan uang rupiah BI mengatakan sistem pembayaran adalah tugas pokok disamping kestabilan sektor keuangan. Dan sistem GNNT adalah salah satu sistem untuk pembayaran yang aman, lancar, akurat.

“Setiap minggu evaluasi persipan e-Tol, misalnya sistem pembayaranya,  kampanyen-nya dilakukan seperti apa, juga penyediakan kartunya seperti apa. Karena biasanya injury time baru beli,” jelasnya.

Saat ini kata Titien di perbankan pada 2017 ini ada 60 ribu kartu dari yang disediakan 200 ribu. Dan nantinya kartu apapun bisa dilakukan dalam 1 mesin dan tidak perlu harus memiliki bayak kartu sampai pegang 5 kartu. Dan kami terus memantau untuk mensukseskan e-tol di bulan Oktober.

Kami terus mengawal setiap program non tunai yan menjadi program pemerintahan hingga penyesuaian infrastruktur tranportasi. Semua ini dilakukan dalam rangka utk mencapai tujuan, yakni pembayaran yang lancar dan aman. (imm)

 

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan