BANTUAN INDONESIA: Sebanyak 54 ton bantuan RI untuk Rohingya tiba di Banglades sejak Jumat (15/6) sore, sampai kemarin belum didistribusikan. (dok.KBRI Dhaka)

 

CHITTAGONG | duta.co -Gelombang bantuan Indonesia untuk pengungsi Rohingya berdatangan di Bandara Chittagong, Banglades, sejak Jumat (15/6) sore. Namun, rangkaian bantuan ini belum sampai ke kamp-kamp pengungsi Rohingya hingga Minggu (17/9).

Total bantuan pemerintah Indonesia 54 ton untuk etnis Rohingya. Bantuan tersebut sampai di Chittagong dalam enam kali pengiriman dengan pesawat C-130 TNI AU.

Rincian bantuan kemanusiaan yang sudah diterima Banglades dari Indonesia adalah beras (30 ton), selimut (14.000), makanan siap saji (2004 paket).

Kemudian, tenda besar (20 unit), tanki air fleksibel (10 unit), family kit (600 paket), pakaian (900 paket) dan gula pasir (1 ton). Sebelumnya, pada tanggal 14 September, Duber RI untuk Banglades Rina Seoemarno sudah menyerahkan bantuan kepada Kepala District Administration Chittagong, Zillur Rahman Chowdhury.

Dalam keterangan sebelumnya, Menlu RI Retno Marsudi mengatakan, bantuan-bantuan itu rencananya akan didistribusikan ke Cox’s Bazar, tempat pengungsian, yang jaraknya 170 kilometer dari Chittagong.

Wartawan BBC di Cox’s Bazar melaporkan, truk bantuan Indonesia yang mengangkut tenda dan unit pemurni air belum muncul di kamp pengungsian Rohingya. Lembaga-lembaga bantuan menyebut bahwa bantuan itu belum juga sampai pada yang membutuhkan.

Semua badan bantuan kemanusiaan dan lembaga internasional ada di Cox’s Bazar. Kepada BBC, para perwakilan lembaga tersebut berkisah, mereka frustrasi dengan kurangnya koordinasi dan pembatasan yang diberlakukan oleh pemerintah Banglades.

Padahal, berdasarkan data PBB, populasi kamp mencapai 70.000 orang – “jauh melampaui titik jenuh”. Jadi, semua pengungsi baru yang sekitar 400.000-an orang itu terdampar di luar kamp. Mereka amat memerlukan makanan dan obat-obatan.

Namun, dengan aturan yang ada, Badan Urusan Pengungsi PBB (UNHCR) tidak memiliki wewenang untuk memberikan pasokan kebutuhan penting ini kepada orang-orang yang membutuhkannya. Wewenang itu ada pada pemerintah Banglades.

 

Menyalurkan Bantuan

Tapi, ada pula lembaga kemanusiaan yang bisa langsung memberi bantuan. Salah satunya, Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang mengklaim telah menjangkau sekitar 50.000 pengungsi di Banglades. Anca Rahadiansyah, pemimpin tim ACT Rohingya di Banglades, mengaku telah menyalurkan bantuan di Whaikhyang, salah satu titik pengungsian gelombang baru di dekat perbatasan Myanmar.

Ketika diwawancara Sabtu (16/9) pagi, Anca Rahadiansyah tengah menuju Shamlapur di pesisir selatan  Banglades yang berjarak sekitar 11 kilometer dari Whaikhyang. “Kami menyalurkan bantuan makanan, selimut, dan tenda kepada para pengungsi. Penyaluran itu sudah dikoordinasikan sebelumnya dengan kepala daerah sehingga para pengungsi tidak berebut,” ujarnya.

Menteri Luar Negeri Banglades AH Mahmood Ali mengatakan negaranya kesulitan menangani krisis ini. Sebelum krisis terbaru, Banglades telah menampung sekitar 400.000 pengungsi Rohingya dari Myanmar selama puluhan tahun. Dengan demikian, total pengungsi Rohingya yang berada di Banglades dengan adanya gelombang baru mencapai 700.000 orang.

 

Didistribusikan Hari Ini

Namun Dubes RI untuk Banglades Rina Soemarno dalam rilisnya, Minggu (17/9) mengatakan, bantuan kemanusiaan Indonesia yang telah diterima Pemerintah Banglades segera didistribusikan kepada pengungsi dari Rakhine State di sekitar Cox’s Bazar.

Bantuan akan didistribusikan pada hari Senin (18/9) ke-12 pos atau titik distribusi di wilayah pengungsi oleh District Administration Cox’s Bazar. Sejauh ini, Pemerintah Banglades belum bisa memberikan izin bagi delegasi Indonesia untuk mengunjungi kamp pengungsian atau ke Cox’s Bazar. Penyebabnya adalah alasan keamanan.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo secara resmi melepas pengiriman bantuan kemanusiaan untuk Rohingya pada tanggal 13 September. Bantuan akan diberikan dalam beberapa tahap.

“Tahapan pertama untuk pengungsi Rakhine State yang ada di Banglades telah diberangkatkan oleh Presiden. Ini adalah tahap pertama, akan ada tahap berikutnya,” ucap Menlu Retno LP Marsudi di Pangkalan TNI AU, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (13/9). hud, bbc, dit

 

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan