SURABAYA |duta.co – Sebagai pasangan muda, pasangan selebriti Fachri Albar dan Renata Kusmanto masih harus banyak belajar menjadi orang tua. Mereka juga mengaku seringkali kewalahan mengurus kedua buah hati mereka River Albar dan Clover Albar.

Keduanya berbagi pengalaman saat bertemu para ibu-ibu di ajang Lactogrow Happy Wonderland di Atrium Tunjungan Plasa 3 Surabaya, Sabtu (16/9). “Anak sekarang kan sangat aktif, tifak bisa diam, nah kalau begitu supaya anteng kita kasih mereka nonton di handphone,” ujar Renata yang seorang model ini.
Renata mengaku tidak bisa melepaskan anaknya dari gadget. Namun dia mengaku membatasinya terutama memilihkan jenis tontotan. “Yang utama adalah meluangkan waktu untuk anak-anak,” ungkapnya.
Renata mengaku memang dia yang lebih banyak bersama kedua anaknya. Karena sejak memutuskan menikah dan punya anak, Renata lebih fokus pada rumah tangganya. Sedangkan pekerjaannya model dilakukannya dl waktu luang. Walau banyak di rumah namun diakui Renata dia seringkali tidak memiliki waktu luang yang berkualitas dengan dua buah hatinya.
“Akhirnya saya putuskan waktu mau tidur adalah waktu saya bersa anak-anak yang paling pas,” tandas Renata.
Setiap pukul 19.00 WIB, Renata mengaku selalu membawa kedua anaknya masuk kamar. Di sana mereka bisa melakukan apa saja. Apalagi, Fachri Albar terkadang selalu menemani di tengah kesibukannya. “Kalau saya sudah gabung malah Si River nggak mau bobok. Maunya main. Malah Renata yang suka menyuruh saya keluar kamar biar anak-anak bisa bobok,” tutur Fachri, anak pertama penyanyi gaek Ahmad Albar dan Rini S Bono.
Psikolog Elizabeth Santosa, M.Psl., Psi., ACC yang juga hadir dalam kesempatan yang sama mengatakan, Renata tidak seharusnya menyuruh Fachri keluar kamar. “Lain kali nggak apa-apa Fachri di kamar nemenin. Nantinya Fachri yang harus menyesuaikan dengan jam bobok anaknya. Biar tidak jetlag tiap hari papanya. Biar bisa ikutan bobok,” tutur Elizabeth.

Elizabeth mengungkapkan waktu berkualitas bermain bersama anak tidak harus lama. Sepuluh menit jauh lebih baik daripada yang berjam-jam, asalkan digunakan sebaik-baiknya tanpa ada gangguan apapun. “Waktu berkualitas itu adalah salah satu dari bahasa kasih yang harus ddipelajari orang tua,” tandas Elizabeth.
Belajar bahasa kasih penting dipelajari orang tua yakni afirmasi (diberi pujian), melayani atau membantu, sentuhan fisik, waktu berkualitas dan memberi hadiah. end

 

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan