MUHARRAM : Anggota drum band dari SMP Maryam bersiap untuk tampil di karnaval nusantara yang digelar MWC NU Kecamatan Gubeng Surabaya di Lapangan Kalibokor, Minggu (17/9). DUTA/endang

SURABAYA | duta.co – Menyambut Tahun Baru Hijriyah 1439 Hijriyah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Gubeng menggelar serangkaian acara. Acara diawali Minggu (17/9) dan akan diakhiri pada 15 Oktober mendatang.

Acara awal dengan menggelar karnaval nusantara di Lapangan Kalibokor Kecamatam Gubeng. Karnaval ini diikuti 50 kelompok dengan  total 1.000 peserta. Karnaval ini bertujuan ingin memperkokoh semangat Islam Nusantara yang Rahmatan Lil Alamin pada generasi muda khususnya. Serta bisa menjalin tali silaturrahim antar pihak baik warga NU, pengurus MWC NU, ranting NU, badan otonom NU akmir masjid dan nusala, jamiyah tahlil, yasin dan TPQ TPA Se-Kecamatan Gubeng.

Islam Nusantara memang sedang hangat diperbincangkan. Hal ini dilakukan agar umat Islam terjerumus pada hal-hal yang negatif dan merugikan. Karena itu, panitia pun membuat aturan-aturan, saat sebelum pemberangkatan semua diwajibkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Subbanul Waton. Bahkan para peserta juga diwajibkan menyanyikannya sepanjang rute perjalanan. Di pos-pos yang ditentukan juga diwajibkan menyanyikan lagu perjuangan dan Islami.

Karnaval yang mengambil rute sekitar lapangan Kalibokor ini, dilakukan istiqomah. Sudah tahun ke lima MWC NU Kecamatan Gubeng melaksanakannya. “Namun untuk karnaval baru dilakukan tahun ini. Biasanya kami gelar jalan santai. Ke depan kami tetap akan gelar karnaval karena lebih bertema,” ujar Ketua Panitia H.Sulaiman di sela acara.

Diakuinya, setiap tahun Kecamatan Gubeng memang tidak pernah terlewatkan untuk menggelar acara menyambut Tahun Baru Hijriyah. Karena ini adalah momen pergantian tahun bagi umat Islam yang seharusnya memang digelar secara meriah.

Rais Syuriah MWC NU Kecamatan Gubeng, KH Farohi Harun mengungkapkan, MWC NU Gubeng memang sangat aktif menggelar acara semacam ini. Gebyar Muharram ini diharapkan bisa menular ke MWC-MWC lain di berbagai daerah. “Semoga bisa dicontoh sehingga bisa meriah setiap perayaan Muharram,” tandasnya.

Antusiaisme juga ditunjukkan para peserta. Mereka mengikuti karnaval dengan berbagai tema yang ditentukan. Salah satunya SMP Maryam. Sekolah Islam ini mewqajibkan siswanya mulai kelas tujuh hingga Sembilan untuk ikut serta. Mereka menampilkan drum band serta berbagai baju adat. “Ada baju Cak dan Ning Suroboyo dan baju adat lain berpasangan sesuai dengan tema masing-masing kelas,” ujar Lailatul Mukarromah, siswi kelas tujuh SMP Maryam. end

 

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan