RESMI BEROPERASI: Penumpang skytrain di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, Minggu (17/9). (antara)

TANGERANG | duta.co – PT Angkasa Pura (AP) II resmi memulai pengoperasian skytrain fase 1 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Minggu (17/9). Tahap awal, pengoperasian Skytrain ini baru terbagi atas tiga jadwal dalam sehari, yaitu pukul 07.00-10.00, 12.00-14.00, dan 17.00-19.00 WIB.

PT AP II meresmikan pengoperasian Skytrain di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta pada Minggu (17/9) pagi. Turut hadir pada peresmian, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri BUMN Rini Soemarno, dan Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin.

Budi Karya menyatakan, keberadaan skytrain dapat meningkatkan layanan Bandara Soekarno Hatta sehingga sejajar dengan bandara-bandara lain di luar negeri yang memiliki fasilitas serupa.

Dengan fasilitas-fasilitas baru termasuk skytrain ini, harap Budi, Bandara Soekarno-Hatta bisa menembus 20 besar bandara terbaik dunia versi Skytrax pada 2018. Tahun ini, posisi bandara tersibuk di Indonesia itu tercatat di peringkat 44 atau lebih baik dari tahun 2016 yang berada di peringkat 63 dari 100 bandara terbaik versi Skytrax.

“Bandara Soekarno-Hatta adalah jendela Indonesia sehingga menjadi keharusan untuk selalu menampilkan bandara ini, bukan hanya cantik, tetapi juga fungsinya sama baik dengan bandara-bandara terkemuka lainnya,” kata Budi.

Dia menyebutkan, pengoperasian skytrain secara komplet direncanakan Desember 2017. Tahap awal, skytrain hanya melayani lalu lintas antara Terminal 3 dan Terminal 2. Pada Desember nanti, kereta itu melintasi Terminal 3, Terminal 2, gedung terpadu (stasiun kereta bandara), dan Terminal 1.

“Desember nanti, Terminal 1, 2, dan 3 sudah terhubung dan kami juga akan koneksikan dengan kereta api (KA) Bandara Soekarno Hatta pada Desember itu. Jadi, kalau dari Jakarta bisa 45 menit ke bandara dan berhenti di stasiun utama lalu diteruskan dengan skytrain ke terminal-terminal,” jelas Budi.

Di tempat yang sama, Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin menjelaskan, skytrain dibangun pertama kali pada September 2016 dan genap setahun fase 1 dari fasilitas dapat dioperasikan. Pembangunan skytrain ini terbilang cepat dari yang direncanakan, karena semula target pengoperasianya adalah 17 bulan sejak kali pertama dibangun.

“Cukup luar biasa akselerasi penyelesaian penbangunan skytrain ini dari yang mulanya ditarget 16-17 bulan menjadi 12 bulan. Kami bagi dua tahapan, yakni tahapan pertama dioperasikan pada hari ini dan tahapan berikutnya pada Desember 2017,” katanya.

Awaluddin menambahkan, layanan skytrain diberikan secara gratis kepada penumpang yang hendak menggunakannya. Adapun sarana yang disediakan adalah tiga trainset dengan waktu kedatangan antar kereta berjarak 5 menit dan waktu tempuh 3 menit antara Terminal 3 dan 2.

“Sesuai rekomendasi Kementerian Perhubungan, tahap awal ini belum dioperasikan 24 jam. Tetapi, dibagi tiga periode dalam sehari,” terangnya.

 

Listrik Ditambah 6 MW

Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin menjelaskan, Bandara Soekarno-Hatta membutuhkan tambahan daya listrik mencapai 6 Megawatt (MW) dengan adanya kereta tanpa awak ini atau skytrain. Kebutuhan listrik tersebut telah dipasok oleh PLN.

“Kebutuhan listrik tambahannya kalau sudah beroperasi penuh sekitar hampir 6 MW dan sekarang kita semuanya masih didukung sama PLN, jadi kita terima kasih kepada PLN,” ujar Awaluddin di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Minggu (17/9).

Menurut dia, tambahan listrik tersebut sudah dihitung. Mengingat, kebutuhan listrik di Bandara Soetta memang cukup besar yaitu sekitar 80 MW.

Dia menegaskan, selama ini PLN mampu memenuhi kebutuhan listrik di Bandara Soetta. Diperkirakan, kebutuhan listrik Bandara Soekarno-Hatta dalam 3 hingga 4 tahun ke depan mencapai 130 MW. “Nah, kami perkirakan 3 sampai 4 tahun ke depan 80 mega watt itu akan berkembang sampai 120-130 mega watt artinya kebutuhan di bandara memang besar,” jelas Awaluddin.

Menurut dia, saat ini kebutuhan listrik di terminal 3 sendiri sudah mencukupi. “Karena ini kan desain terminal baru jadi dia terpisah. Malah sekarang dengan terminal 3 sedang melakukan penataan suplai daya,” tutupnya. hud, net

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan