SEMARANG | duta.co — Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Semarang menggelar Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) angkatan ke -7. Bertempat di Pondok Pesantren Roudhotul Qur’an an Nasimiyyah Semarang, PKD diikuti 50 orang peserta dari unsur mahasiswa dan PAC Semarang Barat.

Ketua Panitia Ahmad Rifqi Hidayat menyatakan bahwa penguatan kaderisasi pemuda Ansor yang saat ini tengah digiatkan di semua tingkatan. Dari tingkat ranting (kelurahan) hingga tingkat cabang. “PKD ini merupakan bagian dari proses awal dalam pembentukan karakter pemuda Ansor sebelum mengikuti jenjang kaderisasi selanjutnya, yaitu Diklatsar Banser,” jelas Rifqi Hidayat.

Dengan PKD yang dipacu oleh Pimpinan Cabang inim lanjut Rifqi, diharapkan dapat memicu kreativitas dan produktivitas kaderisasi pemuda Ansor, sehingga PKD terus dapat dilaksanakan oleh semua Pimpinan Anak Cabang Ansor dengan Pengurus Ranting Ansor. “Dengan demikian jenjang pendidikan kaderisasi yang ada di Ansor akan semakin memiliki karakter yang kuat,” katanya.

Lebih lanjut pria yang juga menjabat Ketua PAC GP Ansor Semarang Barat berharap para kader yang mengikuti kaderisasi awal ini bisa bergerak dengan lebih baik dan lebih terorganisir lagi. “Semoga dengan pesatnya kaderisasi Ansor akan menghasilkan kader yang nasionalis dan lebih mampu bergerak dengan taktis dan sistematis” pungkasnya.

Senada dengan hal tersebut Sekretaris PC GP Ansor Kota Semarang, Rahul Syaiful Bahri menjelaskan bahwasanya kaderisasi awal sudah menjadi kewajiban dari pimpinan Ansor tingkat kecamatan.

“PKD saat ini sudah harus dilaksanakan oleh Pimpinan Anak Cabang Ansor bersama Pimpinan Ranting Ansor. Bukan lagi oleh Pimpinan Cabang. Kalau kita hitung sejak tahun kemarin PKD ini adalah PKD yang ketujuh dan dilaksanakan oleh PAC Ansor yang ada. Dan kalau saya lihat dari administrasi pendaftaran kita sudah memiliki stok untuk kepengurusan yang sesuai dengan aturan yang berlaku. Tentunya saya harap bisa terus berlanjut ke jenjang PKL, PKN atau di kebanseran bisa dilanjutkan dengan Diklatsar, susbalan, susbanpin dan sebagainya” kata Rahul.

Selain itu pria yang intens memantau kaderisasi dan gerakan Ansor itu juga menekankan adanya militansi kenegaraan kader Ansor sebagai pengawal keutuhan NKRI. “Mohon maaf Pak Kanit Intel, di kami ini selalu terbuka terhadap pemerintah bahwasanya kaderisasi yang kami lakukan ya seperti ini. Selalu saya sampaikan militansi Ansor sebagai penjaga dan pengawal keutuhan NKRI adalah yang utama.” kata Rahul mengakhiri sambutannya.

PKD Ansor dengan tema Bersama GP Ansor Menumbuhkan Jiwa Nasionali dan Membangun Gerakan Taktis ini dibuka oleh Rois Syuriah PCNU Kota Semarang KH Hanief Ismail. Di hadapan para peserta. Kiai yang menjadi pengasuh Pondok Pesantren Roudhotul Qur’an an Nasimiyyah Semarang tersebut juga menegaskan peran ulama dan menasehati agar peserta dapat fokus dan memaksimalkan waktu yang ada.

“Secara pribadi saya sampaikan terima kasih telah memilih pesantren kami sebagai tuan rumah PKD kali ini. Melalui Pesantren para ulama selalu menghasilkan generasi muda yang cinta tanah air dan bangsa. Sejarah bangsa ini membuktikan bahwa para ulama selalu gigih melawan penjajahan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia,” katanya.

Dan, lanjutnya, kalau saya perhatikan kegiatan Ansor-Banser itu seperti tidak ada habisnya. Ulama tak pernah capek mencetak generasi yang cinta tanah air.  “Meskipun pelatihan ini dalam waktu yang cukup singkat saya berpesan supaya bisa dimanfaatkan waktu yang ada ini semaksimal mungkin”. Kata Kiai Hanif mengakhiri sambutannya. (riff)

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan