SITA SAJAM: Petugas menyita senjata tajam kelompok yang kisruh berebut proyek di Kantor Pemkab Bangkalan, Jumat (15/9). (ist)

BANGKALAN | duta.co – Polisi terpaksa mengeluarkan tembakan peringatan ketika terjadi cekcok dua kelompok yang mengikuti lelang proyek jalan di Pemkab Bangkalan, Jumat (15/9). Kisruh terjadi saat tahapan lelang mengirimkan berkas. Sebab, proses lelang proyek ini sudah melalui mekanisme online.

Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, terdengar suara “Dor! Dor! Dor!”. Beberapa orang terlihat lari menyelamatkan diri. Tampak pula seorang pengendara sepeda motor berputar haluan setelah diberi tahu rekannya bahwa sedang ada kisruh. “Sini kembali, kunci pintunya, ini bahaya (dalam dialek bahas aMadura),” ujarnya.

Kapolres Bangkalan AKBP Anissullah Ridha mengatakan, suara tembakan peringatan itu beradal dari anggotanya yang sedang mengamanan kekisruhan lelang proyek. Ada kelompok peserta yang mengirimkan pengawal untuk bisa memasukkan berkas proyek fisik. Di situ terjadi cekcok karena satu kelompok menghendaki kelompok lain ikut lelang.

“Kelompok yang satu ingin menunggui berkasnya guna memastikan berkasnya sampai. Sedangkan kelompok lainnya ingin menghalau agar kelompok itu jangan ada di lingkungan Pemkab Bangkalan,” jelas Ridha.

Saat itulah, terjadi perkelahian dua kelompok tersebut hingga polisi terpaksa mengeluarkan tembakan peringatan sebagai upaya untuk melerai. “Kami juga ada informasi kalau di antara dua kelompok ini ada indikasi membawa senjata tajam. Sehingga kami terpaksa mengeluarkan tembakan peringatan,” ujar Ridha.

Polisi mengamankan beberapa orang dari dua kelompok yang bergesekan untuk dimintai keterangan. “Tidak ada yang terluka dalam kejadian ini. Tapi kami minta Pemkab kalau misal ada kegiatan yang membutuhkan pengamanan jangan ragu untuk meminta bantuan pada kami,” katanya. min, ssn

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan