PELAKU USAHA : Foto bersama para narasumber, undangan dan peserta pelaku usaha (duta.co/Hendra Hasyim)

KEDIRI| duta.co -Mewujudkan santri yang mandiri, bukan hanya mencari ilmu namun memiliki ketrampilan agar mampu bersaing saat keluar dari pondok pesantren, digelarlah Pesantren Business Forum And Invesment.

Rabithah Ma’ahid Islamiyah  (RMI) Jawa Timur bekerjasama dengan Kantor Dinas Koperasi UMKM Dan Tenaga Kerja (Dinkop UMTK) dan menghadirkan narasumber utama, merupakan utusan khusus Presiden RI Bidang Sinergitas Program dan Anggaran, Alfa Sera Diana.

Acara digelar di Hall Tegowangi Grand Surya Hotel dihadiri sedikitnya 150 orang para pelaku usaha, perwakian pengurus pondok pesantren, sejumlah pengusaha, Kepala Bank Indonesia, Djoko Raharto, Ketua PCNU Kota Kediri, KH. Abu Bakar Abdul Djalil, sejumlah ulama dan tokoh masyarakat di Jawa Timur.

Kepala Dinkop UMTK, Kristianto berharap dengan kegiatan ini menjadi solusi untuk meningkatkan sektor perekonomian di lingkungan pondok pesantren.

“Harapan kita, ada inovasi untuk menciptakan lapangan kerja di kalangan pondok pesantren. Pada kesempatan ini, saya berharap semua perusahaan di Kota Kediri, untuk melakukan pembinaan dan merekrut lulusan pondok pesantren karena memang memiliki kepribadian baik baik dan jujur,” terangnya

Sebagai nara sumber, KH Reza Ahmad Zahid, merupakan Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Jawa Timur, merupakan pengasuh Ponpes Al Mahrusiyah ini, lebih menitikberatkan dari kegiatan ini mampu tercipta dari santri dan untuk santri.

“Bahwa sudah saatnya keberadaan pondok pesantren untuk mandiri secara ekonomi, dengan mengembangkan potensi dan sumber daya manusia yang ada,” jelas Gus Reza nama akrabnya.

Dengan penggelolaan lebih profesional, diberi pembekalan yang cukup dalam berkemampuan berwirasusaha, Gus Reza memiliki keyakinan, kemampuan para santri bisa bersaing dengan tenaga profesional yang ada pada perusahaan. Rupanya apa dijadikan harapan Nahdlatul Ulama melalui RMI ini mendapat perhatian khusus dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

Dalam kata pembukanya selaku narasumber, Alfa Sera Diana, Staff Ahli Kepresidenan Bidang Sinergitas Program dan anggaran, sangat berharap mampu bekerjasama pemerintah dengan pondok pesantren. “Bahwa tugas utama santri belajar kitab agama, namun sudah saatnya memiliki jiwa mandiri di bidang ekonomi. Kami berharap para pelaku UKM dan perusahaan di daerah memiliki toleransi untuk menggelar kerjasama dengan pondok pesantren,” jelasnya.

Bentuk kerjasama yang dimaksud, diantaranya program pelatihan dan pembekalan, memberikan peluang kerja atau melalui program bantuan sosial yang mengarah inovasi dan pemberdayaan UKM di lingkungan pondok pesantren.

“Diantaranya bisa budi daya perikanan, garmen atau kuliner. Harapan kami, wujud dari kegiatan ini bisa dilaksanakan dari pondok pesantren di Kota Kediri untuk dijadikan percontohan nasional,” jelas Staf Ahli Kepresidenan ini. (nng)

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan