Sebuah rudal diangkut oleh kendaraan militer di Kim Il-sung Pyongyang pada 27 Juli 2017. (FT/DOK)

SEOUL | duta.co – Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-in memerintahkan PBB untuk memberi sanksi keras ke Korea Utara (Korut) lantaran kembali meluncurkan rudal balistik. Tak lama setelah peluncuran rudal tersebut, Presiden Korsel langsung memimpin rapat Dewan Keamanan Nasional (NSC), Jumat (15/9).

Dalam pertemuan tersebut, para pejabat Korsel mengecam keras tindakan Korut yang mengabaikan peringatan dan protes masyarakat internasional.

Menurut juru bicara kepresidenan Korsel, Park Soo-hyun, ketika rapat, Moon Jae-in menegaskan pentingnya menerapkan sanksi terbaru Dewan Keamanan PBB terhadap Pyongyang secara menyeluruh. Sebab, Moon menilai, bukan tak mungkin Korut akan kembali melakukan provokasi.

“Presiden Moon Jae-in memerintahkan pelaksanaan menyeluruh sanksi terbaru Dewan Keamanan PBB terhadap Korut setelah mereka kembali meluncurkan rudal balistik,” kata Par Soo-hyun, seperti dilaporkan laman Yonhap, Jumat (15/9).

Terkait hal ini, Moon, kata Park, juga telah memerintahkan jajaran pemerintahannya untuk bekerja sama dengan masyarakat internasional.

“Presiden Moon menginstruksikan pemerintah untuk bekerja sama dengan dunia internasional untuk memeriksa semua cara diplomatik agar Pyongyang melepaskan program nuklir dan misilnya,” ujarnya.

Moon juga memerintahkan militer untuk menyusun langkah-langkah efektif dan tegas berdasarkan kemampuan pertahanan gabungan dengan Amerika Serikat (AS). “Termasuk melawan ancaman jenis baru dari Korut, seperti senjata elektromagnetik (EMP) dan ancaman senjata biologis,” kata Park.

Korut kembali meluncurkan rudal balistik pada Jumat (15/9) pagi waktu setempat. Rudal tersebut melintasi Jepang dan jatuh di laut lepas Hokkaido.

Berdasarkan pemantauan militer Korsel rudal tersebut ditembakan Korut dari Sunan, sebuah distrik di dekat Bandara Internasional Pyongyang. Rudal mencapai ketinggian 770 kilometer dan menempuh jarak 3.700 kilometer.

Dengan ketinggian dan jarak tempuh yang berhasil dicapai rudal ini, pangkalan dan basis militer AS di Pasifik, yakni di Guam, telah berada dalam jangkauan rudal Korut. Sebab jarak antara Pyongyang dan Guam hanya sekitar 3.400 kilometer. Guam merupakan target yang sempat hendak diserang Pyongyang namun ditunda eksekusinya oleh Kim Jong-un. net

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan