Petugas Satpol PP ikut membantu pemilik bangunan liar mengeluarkan barang berharganya. (DUTA.CO/ANDI MULYA)

SURABAYA | duta.co – Pasca penertiban Bangunan Liar (Bangli) di komplek pergudangan Jalan Margomulyo, kini petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya kembali menertibakan bangli yang berada di kawasan Kelurahan Tembok Dukuh, Kecamatan Bubutan Surabaya, Jumat (15/9).

Terhitung ada sekitar 25 bangli diatas saluran air yang ditertibkan petugas dan dibantu langsung daru Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan, Petugas PLN, PDAM, dan pihak Kelurahan Tembok Dukuh.

Kabid Ketentraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Surabaya, Bagus Supriyadi mengaku, pihaknya mengerahkan satu peleton petugas Satpol PP dan dibantu dari dinas dan instansi terkait.

“Kita terpaksa membongkar bangunan liar ini karena berdiri diatas saluran air. Makanya kita lakukan normalisasi,” tegas Bagus.

Menurutnya, sebelum dilakukan penertiban, para penghuni di bangunan liar itu sudah mendapatkan sosialisasi bahwa bangunan tersebut sudah melanggar perda dan diminta untuk segera ditertibkan.

“Jadi, ada 25 lebih bangunan dihuni sekitar 30 KK ada di atas saluran air, kita tertibkan karena sudah melanggar perda Trantibum no 2 tahun 2011 tentang bangunan di atas saluran,” ungkapnya.

Proses pembongkaran bangunan liar itu akan dilakukan secara bertahap dan dirinya menargetkan proses pembongkarannya itu memakan waktu 3-4 hari.

Saking lamanya para penguni bangunan liar tersebut, sudah teraliri saluran PDAM dan listrik dari PLN. Makanya, pihak PDAM dan PLN ikut memantau ketika penertiban itu.

“Untuk aliran listriknya, sudah 5 persil yang diputus, sedangkan untuk aliran PDAM, 3 Persil sudah diputus,” katanya.

Bagus memastikan bahwa para penghuni yang nantinya sudah terdata sebagai penduduk Kota Surabaya akan di relokasi ke Rusun Romokalisari.

Terpisah, Sulastri salah satu pemilik bangunan liar di kawasan Tembok Dukuh mengaku pasrah dengan pembongkaran yang dilakukan petugas Satpol PP.

“Saya tinggal disini sudah hampir 18 tahun tapi karena bangunan ini memang bukan punya saya dan kalau dibongkar ya pasrah saja,” keluh ibu dua anak ini kepad duta.co.

Untungnya, tambah Sulastri, ada kebaikan dari Pemkot Surabaya yang memberikan tempat tinggal di Rusun Romokalisari.

“Dalam beberapa hari ini saya persiapan pindah ke rusun dan semoga disana saya bisa buka usaha dagang,” singkatnya. (and)

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan