BATU | duta.co – Nasib Eddy Rumpoko, Wali Kota Batu, Jawa Timur, sungguh tragis. Pria  yang telah menjabat selama dua periode, 2007-2012 dan 2012-2017 sebagai walikota Batu ini sudah sukses mengantar sang istri Dewanti memenangkan pilwali Batu. Artinya saat lengser Eddy akan diganti oleh istrinya sendiri yang akan dilantik pada Desember 2017 mendatang.
Tapi siapa sangka empat bulan sebelum pelantikan sang istri, Eddy keburu ditangkap KPK. Pelantikan Dewanti nanti tentu tanpa kehadiran sang suami.
Dan ini menjadi contoh tragis pejabat menjelang akhir masa  jabatannya yang justru dibekuk KPK. Bahkan bisa jadi PDIP selaku partai yang menaunginya juga akan memberi sanksi tegas kepadanya.
Seperti diberitakan sebelumnya Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu diciduk saat diduga menerima uang suap terkait suatu proyek di wilayah pemerintahannya. Seperti diketahui, saat ini, di bawah pimpinan Eddy, Batu menggeliat maju sebagai kota wisata utama di Jatim.
Selama ini, Eddy Rumpoko yang kelahiran Manado, Sulawesi Utara, Agustus 1960, dikenal sukses membangun sektor pariwisata Kota Batu. Ia disebut banyak melakukan terobosan dan inovasi untuk membangun Batu menjadi “surga” bagi turis.
Konon, sebelum Eddy menjabat, banyak penginapan dan hotel di Batu yang tutup merugi karena minimnya arus wisatawan. Namun setelah ia memerintah Batu, investor berdatangan membangun pariwisata di kota itu.
Hasilnya segera terlihat. Alun-alun Batu “disulap” menjadi lokasi wisata nyaman, lengkap dengan tempat bermain anak-anak. Objek-objek wisata meningkat drastis, hingga jumlah turis yang menyambangi Batu ikut melonjak menjadi 3 juta orang pada 2014.
Jumlah objek wisata juga bertambah banyak. Investor pun berbondong-bondong menanamkan modalnya di Batu. Tapi sayang KPK mengendus adanya kongkalikong pada proyek ini hingga Eddy pun ditangkap. Kini KPK mencari siapa pengusaha yang diduga menyuap Eddy tersebut. (kpr)

 

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan