POLITIK : Dewan Penasehatan DPD Partai Golkar, Soelchan ,M Noer saat mengisi materi Seminar Pendidikan Politik kepada kader dan simpatisan partai (duta.co/Nanang Priyo)

KEDIRI| duta.co –Dalam rangka mewujudkan Kota Kediri bersih dari kasus Korupsi Kolusi Nepotisme (KKN), menjadikan kota berintegritas dan bersama menjaga ideologi Pancasila, DPD Partai Golkar Kota Kediri menggelar Seminar Pendidikan Politik, pada Minggu (17/9) bertempat di aula kantor partai berlambang Pohon Beringin ini.

Basuki Tugiyat dan Sulchan .M Noer, dua orang dihadirkan sebagai narasumber dalam acara di atas, berharap para pengurus, kader dan simpatisan mampu menjaga kebersamaan dan berpikir positif mencari solusi atas segala permasalahan kini terjadi. Sedikitnya 100 orang peserta dari 3 Kecamatan di Kota Kediri hadir dalam acara dibuka Ketua DPD Partai Golkar Kota Kediri, Juwito.

Pembicara pertama, Basuki Tugiyat, dikenal tidak asing dikalangan dunia politik, mengajak seluruh warga Partai Golkar yang telah menyatakan ikrar pada saat dibukanya seminar, untuk bangkit dan maju bersama Golkar untuk menyampaikan aspirasi warga Kota Kediri.

Mantan Ketua Anggota DPRD dan Ketua KNPI Kota Kediri ini, pada awal sambutannya menceritakan bagaimana Presiden Pertama RI, Ir. Soekarno berkeinginan menjadi presiden seumur hidup dan itu dikuatkan TAP MPRS

“Dalam Ketetapan MPRS No. III/MPRS/1963 tentang Pengangkatan Presiden Soekarno Sebagai Presiden Seumur Hidup jelas menyalahi UUD 1945. Dijelaskan dalam UUD, bahwa Negara Indonesia adalah negara menganut asas demokrasi, bukan asas demokrasi terpimpin. Dan saat ini gejala ini kembali dimunculkan. Untuk itu, mari bersama Partai Golkar, kita bersatu mengawal hukum dan pelaksanaan amanat GBHN serta UUD yang telah tertulis jelas,” terangnya.

Selanjutnya pembicara kedua, sosok Dewan Penasihat (Wanhat) partai dikenal vokal dan terbukti memiliki karier di pemerintahan yang bersih dari segala bentuk KKN, Sulchan M. Noer.

“Mana ini anggota Fraksi Golkar, kok tidak satupun terlihat di sini? Nanti alasan luar kota atau ada kepentingan tidak bisa ditinggalkan,” kata Abah Sulchan sebutan akrabnya, yang tentu saja membuat peserta kaget dan sempat mencari 3 orang anggota dewan yang memang tidak berada di ruangan seminar.

Wanhat DPD Partai Golkar Kota Kediri berkisah bagaimana saat menjabat tidak lepas dari segala bentuk isu miring dan bahkan bentuk ancaman langsung.

“Mulai dari diintimidasi kemudian terima suap atas ruislag tanah dilakukan pemerintah kota dengan PT. Gudang Garam. Bahkan saya sempat diculik dan ditodong pistol ke wajah, kejadian itu berulang kali dimasa sebelum reformasi,” jelas pensiunan PNS Pemerintah Kota yang kini menghabiskan waktu sebagai tenaga pengajar dan aktif di ormas bergerak di bidang pemberantasan korupsi.

Kasus pertikaian nasional yang kini terjadi di pusat, diharapkan tidak berimbas di daerah. Bagaimana KPK kini melakukan sejumlah tindakan Operasi Tangkap Tangan (OTT) dan terakhir justru sosok pejabat yang dulu jadi momongannya sejak kecil, Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko merupakan anak sulung Wali Kota Malang, Almarhum Brigjend Sugiyono.

“Saya tahu betul siapa Pak Eddy Rumpoko, karena dia dulu momongan saya saat saya menjadi Walpri Wali Kota Malang, Bapak Sugiyono. Saya berharap KPK tidak berhenti disitu saja, namun harus memberi efek jera dengan hukuman maksimal. Saya berharap pemberantasan korupsi ini didorong dengan menjadikan tindak pidana ini masuk kategori, Extra Crime Ordinary. Kejahatan Luar Biasa dan hanya hukuman mati yang bisa menyelesaikan,” jelasnya.

Jangan kemudian, pelaku korupsi saat di penjara mendapat pengampunan berupa pemotongan masa tahanan, dan setelah keluar masih bisa menikmati kekayaan.

“Untuk itu, mari kita ajarkan edukasi korupsi sejak dini, setidaknya kepada anak – anak kita. Semisal, anak kita suruh beli sesuatu, untuk kembaliannya kita minta atau kita tanyakan,” imbuhnya.

Acara seminar politik digelar DPD Partai Golkar ternyata mendapat antusias luar biasa dari para kader dan simpatisan yang hadir, apalagi menjelang akan digelarnya Pilkada Serentak Tahun 2018.

“Siapapun pemimpinnya, harus jujur, amanah dan mampu mempertanggungjawabkan perbuatannya. Jangan sembunyi atau malah korbankan orang lain jadi kambing hitam,” jelas Wanhat DPD Partai Golkar Kota Kediri. (nng)

 

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan